in

Sistem Penggajian Karyawan Swasta Yang Perlu Diketahui

Sistem Penggajian Karyawan Swasta

Sistem Penggajian Karyawan Swasta – Seperti yang pernah kami sampaikan pada tulisan artikel sebelumnya bahwa gaji atau upah merupakan balas jasa atas tenaga, waktu, dan fikiran karyawan yang diberikan oleh perusahaan dalam bentuk uang.

Upah atau gaji bisa muncul pada saat setelah terjadi hubungan kerja antara karyawan dengan perusahaan. Dimana hal ini telah diatur pada tambahan pasal 88 A Undang-undang cipta kerja No. 11 Tahun 2020.

Artinya, setiap karyawan berhak menerima gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan dan perusahaan berkewajiban membayar gaji setelah keduanya mentandatangani perjanjian kerja yang disepakati.

Sedangkan yang dimaksud dengan karyawan swasta adalah seseorang yang terikat kerja dengan perusahaan di sektor swasta, baik itu perorangan atau pun lembaga.

Sama halnya dengan pegawai negeri, sistem penggajian karyawan swasta pun juga dibuat untuk magatur prosedur gaji yang nantinya akan dibayarkan kepada karyawan. Dimana hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kesalahan penghitungan gaji karyawan yang kemungkinan terjadi.

Sistem Penggajian Karyawan Swasta

Sistem penggajian karyawan swasta pada dasarnya tidak jauh beda dengan sistem penggajian karyawan pada umumnya. Dimana sistem yang dibuat didesign sedimikian rupa sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan, dan undang-undang yang mengaturnya.

Ada yang menggunakan sistem penggajian dengan rumus menghitung gaji karyawan secara manual, dan ada pula yang memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan seperti software khusus atau payroll untuk mempermudah pengerjaan dan akurasi data yang lebih akurat.

Secara garis besar, terdapat beberapa langkah yang biasa dilakukan dalam menerapkan sistem penggajian karyawan swasta di beberapa perusahaan. Dimana diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem pencatatan absensi

Hal pertama yang biasa dilakukan dalam sistem penggajian karyawan swasta adalah pencatatan absensi. Tujuan dari pencatatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencatat waktu hadir karyawan.

Metode pencacatannya pun beragam ada yang manual dan ada pula yang menggunakan software. Tapi umumnya, bagi perusaha-perusahaan besar yang notabene memiliki jumlah karyawan yang banyak, pencatatan absensi dilakukan dengan menggunakan software fingerprint yang dapat merekam data keluar masuk karyawan melalui sidik jari.

Adapun beberapa software fingerprint yang umum digunakan oleh beberapa perusahaan seperti diantaranya Solution, FingerTec, FingerSpot, dan beberapa merk software fingerprint lainnya yang dapat mengakomodir keluar masuk data absensi karyawan.

2. Sistem pencatatan waktu kerja

Sama halnya dengan pencatatan absensi. Pencatatan waktu kerja juga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pada sistem penggajian karyawan swasta. Tujuannya adalah untuk melakukan pencacatan waktu kerja yang telah terlewati oleh semua karyawan.

Pencatatan waktu hadir ini korelasinya dengan penghitungan gaji karyawan itu sendiri. Karena karyawan akan menerima gaji sesuai dengan waktu kerja yang mereka lalui. Dan bagi karyawan yang kedapatan kurang waktu kerjanya, maka gaji yang diterima juga akan berkurang sesuai dengan jumlah waktu kerjanya.

3. Sistem pendistribusian gaji

Setelah beberapa sistem yang tersebut di atas dilakukan. Maka langkah selanjutnya yang biasa dilakukan pada sistem penggajian karyawan swasta adalah pendistribusian gaji. Setiap karyawan akan menerima gaji sesuai dengan hasil rekapitulasi dari pencatatan absensi dan waktu kerja.

Adapun metode pendistribusiannya adalah dengan dua cara, yaitu secara cash yang diterima langsung oleh karyawan, atau metode transfer dengan bantuan pihak ketiga yaitu Bank.

 

Jenis Sistem Penggajian Karyawan

Pada dasarnya sistem penggajian karyawan swasta merupakan prosedur yang sering dilakukan guna menentukan besaran gaji yang akan diterima oleh karyawan.  Adapun sistem penggajian sendiri dibagi ke dalam tiga jenis. Dimana diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem gaji skala tunggal

Sistem skala tunggal merupakan sistem penggajian yang terfokus hanya pada satu aspek saja, yaitu jabatan. Untuk aspek lainnya seperti tingkat pendidikan, beban kerja, dan tanggung jawab kurang begitu diperhatikan pada sistem penggajian yang satu ini.

Sehingga pada sistem skala tunggal ini besaran yang diterima oleh karyawan dintentukan oleh seberapa tinggi jabatan karyawan dalam organisasi atau perusahaan.

Kelebihan dari sistem skala tunggal adalah dapat memudahkan perusahaan untuk menghitung dan menetapkan besaran upah karyawan.

Sedangkan kekurangannya adalah dapat menimbulkan ketidak adilan antar karyawan, khususnya mereka yang menerima tanggung jawab pekerjaan yang lebih berat.

2. Sistem gaji skala ganda

Sistem skala ganda, penentuan gaji yang diterima karyawan berdasarkan semua aspek yang menempel pada karyawan itu sendiri. Dimana aspek-aspek tersebut diantaranya seperti jabatan, sifat dan jebis pekerjaan, prestasi, serta tanggung jawab yang diterima oleh karyawan swasta.

Kelebihan dari sistem gaji skala ganda adalah dapat menjadi stimulus untuk meningkat semangat kerja karyawan. Sehingga karyawan dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.

Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah dapat menghilangkan kesetaraan pada saat pension nanti. 

3. Sistem gaji skala gabungan

Sistem skala gabungan merupakan sistem penyempurnaan pada sistem gaji. Mengingat pada sistem skala gabungan faktor yang menjadi penentu besaran gaji adalah semua aspek yang melekat pada karyawan, seperti jabatan, masa kerja, prestasi, dan tanggung jawab.

Namun bedanya dengan sistem skala ganda adalah pada sistem skala gabungan selain jabatan, prestasi, dan masa kerja yang menjadi penentu besar gaji yang diterima, beban tanggung jawab juga menjadi penetu gaji yang akan diterima oleh karyawan.

Artinya, karyawan dengan beban dan tanggung jawab kerja yang lebih besar akan menerima tunjangan gaji yang lebih besar dibandingkan karyawan dengan tanggung jawab kerja yang ringan.

Penutup

Pada intinya, sistem penggajian karyawan swasta dibuat dengan tujuan untuk mempermudah kerja manajemen dalam upaya mengatur dan membayarkan upah kepada semua karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan mengimplementasikan sistem penggajian, maka perusahaan juga dapat meminimalisir angka kesalahan atau kekeliruan yang dapat memicu timbulnya suatu masalah di kemudian hari.

Mengingat urusan uang ini bersifat sensitif dan dengan sangat mudah memicu timbulnya suatu masalah jika tidak dilakukan secara benar. Oleh karena itu sistem penggajian dibuat sedemikian rupa untuk melancarkan proses penghitungan dan pembayaran upah yang tepat dan benar kepada karyawan.

Dan untuk penghitungan gaji karyawan yang lebih akurat serta minim resiko kesalahan adalah dengan menggunakan algoritma kecerdasan buatan sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya di atas. Karena dengan bantuan software, penghitungan gaji dapat dilakukan secara efektif dan tentunya hasil lebih akurat.

Demikianlah informasi tentang sistem penggajian karyawan swasta yang dapat kami informasikan. Semoga apa yang kami sampaikan di atas dapat memberikan manfaat serta dapat menambah wawasan kita bersama tentang seperti apa sistem penggajian itu sendiri.

Dan jika informasi di atas dirasa cukup memberikan manfaat, jangan lupa untuk bantu share artikel ini agar orang lain juga dapat merasakan manfaatnya sehingga dapat memahami tentang sistem penggajian karyawan di perusahaan. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Demosi Adalah Perubahan Jabatan Yang Wajib Dipahami Dasarnya

Cara Menghitung Gaji Bersih Dari Gaji Kotor Ini Penting Anda Ketahui