in

Penyebab Mutasi Karyawan yang Wajib Kamu Ketahui

Penyebab Mutasi Karyawan

Penyebab mutasi karyawan – Seperti yang pernah kami tulis pada tulisan sebelumnya, tentang alasan mutasi kerja. Dimana pada artikel tersebut dijelaskan bahwa mutasi kerja merupakan salah satu dari kebijakan manajemen dalam upaya mendistribusikan karyawan pada tempat yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Pada dasarnya Mutasi dalam dunia kerja itu merupakan hal yang lumrah terjadi, apalagi pada perusahaan yang notabene memiliki banyak anak cabang tentu kebutuhan SDM di anak cabang tersebut harus diakomodir dengan proses mutasi sesuai kebutuhan perusahaan.

Apa yang tersebut di atas merupakan salah satu dari penyebab mutasi karyawan. Namun masih ada beberapa penyebab lainnya yang umum terjadi di beberapa perusahaan. Dimana beberapa penyebab tersebut akan buatinfo.com bahas selengkapnya pada artikel kali ini.

Penyebab Mutasi Karyawan

Sebenarnya ada beberapa penyebab dilakukannya mutasi dalam suatu perusahaan selain dari yang tersebut di atas. Dimana penyebabnya bisa beragam, mulai dari kinerja, kesehatan, dan kebutuhan perusahaan sebagaimana di bawah ini:

1. Mutasi karena kebutuhan perusahan

Penyebab pertama dilakukannya mutasi karyawan adalah karena kebutuhan perusahaan. Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa mutase karyawan umumnya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki anak cabang, dimana di anak cabang tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang dipercaya mampu menyelesaikan dan mengembangkan bisnis yang ditargetkan.

Berangkat dari hal tersebut, manajemen pusat memutuskan untuk melakukan mutasi karyawan guna menjalanka tugas yang diberikan. Jadi mutasi karyawan ini memang hal yang lumrah sekali terjadi, khususnya di perusahaan dengan anak cabang yang banyak.

2. Mutasi karena kesehatan

Penyebab yang kedua dilakukannya mutasi karyawan adalah karena faktor kesehatan. Mutasi karena faktor kesehatan biasanya dilakukan antar devisi dalam satu perusahaan.

Contoh, ada karyawan yang memiliki gangguan kesehatan pernapasan, maka karyawan tersebut akan dimutasi ke tempat atau devisi yang tidak memicu penyakit tersebut kambuh atau bertambah parah.

Kenapa mutasi karyawan ini penting untuk dilakukan? Ada dua pertimbangan, yaitu pertama untuk menjaga kesehatan karyawan itu sendiri, dan yang kedua untuk menjaga proses produksi tetap berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Namun penting untuk diketahui bahwa penyebab mutasi yang satu ini dilakukan atas dasar surat keterangan dari dokter yang menyebutkan bahwa karyawan yang dimaksud memang benar-benar sakit dan perlu dilakukan pemindahan lokasi kerja.

3. Mutasi karena kinerja buruk

Nah penyebab yang satu ini memang cukup kontroversial karena dinilai sebagai bentuk deskriminatif terhadap karyawan yang tidak disenangi. Pasalnya, tidak sedikit praktek mutasi karyawan yang dilakukan oleh perusahaan (pimpinan) atas dasar like and dislike.

Contoh misal ada karyawan yang sering melakukan pelanggaran dan menolak perintah pimpinannya, maka pimpinan akan mengajukan mutasi karyawan tersebut ke Devisi lain dengan alasan kinerjanya buruk.

Sebenarnya ada impact positif dan negatif dari penyebab mutasi karyawan yang satu ini. Dimana impact positifnya adalah karyawan bisa mengembangkan skill personalnya di tempat lain atau Devisi lain. Mungkin karena di tempat sebelumnya karyawan tidak menemukan kenyamanan dalam bekerja. 

Sedangkan impact negatifnya adalah karyawan akan mengalami penurunan produktivitas lebih dari sebelumnya jika Devisi yang tuju tidak sesuai dengan kemampuan dan mutasi bersifat punishment.

Kesimpulan

Nah itulah informasi tentang beberapa penyebab mutasi karyawan yang umum terjadi di beberapa perusahaan. Apapun itu alasannya, mutasi karyawan harus bertujuan untuk pengembangan skill karyawan sebagaimana yang telah di atur dalam Undang-undang Nomer 13 Tahun 2003, pasal 32 ayat 2 (Sekarang menjadi Undang-undang Cipta Kerja).

Pada regulasi di atas disebutkan bahwa “penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakt, minat, dan kemampuan dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi dan perlindungan hukum”.

Artinya, mutasi karyawan yang dilakukan harus berdasarkan dengan ketentuan yang berlaku dan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan asas terbuka, bebas, objektif, adil, dan setara tanpa diskriminasi. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kita bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alasan Resign yang Baik Saat Ditanyakan Oleh Atasan

Ketahui cara Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi