in

Peluang usaha warung kopi di desa Ini Patut Anda Coba

Usaha Warung Kopi di Desa

Usaha warung kopi di desa – Dewasa ini kebutuhan hidup masyarakat terus meningkat seiring dengan meningkatkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Dimana kondisi tersebut menuntut banyak orang untuk berfikir kreatif guna menambah pendapatan harian mereka.

Salah satu upaya yang banyak dilakukan oleh seseorang dalam menambah pendapatan adalah dengan membuka usaha mandiri atau pun franchise atau waralaba. Namun sayangnya tidak semua usaha yang mereka jalankan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu, dengan tujuan membantu masyarakat, khususnya yang tinggal di desa dalam menemukan ide usaha yang cukup potensial untuk dijalankan. Maka pada kesempatan kali ini buatanda.com akan berbagi informasi tentang peluang usaha warung kopi di desa seperti di bawah ini.

Usaha Warung Kopi di Desa

Seperti yang kita ketahui bahwa kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh semua kalangan, termasuk juga beberapa kalangan orang-orang yang tinggal di desa. Karena itu, usaha warung kopi di desa berpotensi memberikan keuntungan yang lumayan besar jika dijalankan dengan benar.

Anda pun juga bisa meraup keuntungan dengan membuka usaha warung kopi sederhana di desa tempat dimana Anda tinggal saat ini. Karena tak dipungkiri bahwa animo masyarakat dalam mengkonsumsi kopi terbilang cukup tinggi. Sehingga kemungkinan usaha tersebut berkembang akan lebih besar.

Lantas berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha warung kopi di desa dan apa saja yang dijual? Modal yang harus Anda persiapkan untuk membuka usaha tersebut tidaklah banyak.

Mengingat kebanyakan usaha warkop di desa itu menggunakan konsep usaha sederhana yang notabene tidak membutuhkan banyak modal. Mengingat yang dijualpun hanya kopi, mie instan, dan beberapa makanan kecil seperti gorengan dan roti.

Pasalnya, modal bisnis yang dibutuhkan untuk membuka usaha warung kopi sachet berbeda dengan warung kopi modern atau coffee shop pada umumnya. Untuk warung kopi sederhana di desa, modal yang perlu Anda persiapkan berkisar di antara 5 juta sampai dengan 10 juta saja.

Dimana rincian modal tersebut diantaranya sebagai berikut:

Rincian Modal Usaha Warung Kopi

50 Renceng kopi all varian

Rp. 600.000

2 Dos mie instan goreng

Rp. 224.000

2 Dos mie instan soto

Rp. 224.000

1 Lusin telur

Rp. 36.000

5 Kaleng susu kental manis

Rp. 55.000

Tabung gas 3 kg

Rp. 175.000

Kompor gas 2 tungku

Rp. 246.900

Kabinet etalase

Rp. 2.000.000

Alat-alat dapur (gelas, piring, dll)

Rp. 1.000.000

1 Dos roti isi 60 pcs

Rp. 112.000

1 Dos makanan ringan

Rp. 100.000

Sewa tempat

Rp. 1.500.000

Listrik

Rp. 400.000

1 Dos air mineral (sedang)

Rp. 41.500

1 Dos air mineral (besar)

Rp. 78.000

Meja dan kursi

Rp. 1.500.000

Total Kebutuhan Modal

Rp. 8.292.400

Dari rincian modal sebagaimana pada table di atas Anda sudah bisa mengelola usaha warung kopi di desa. Bahkan Anda pun juga bisa mengurangi kebutuhan modal di atas jika Anda memanfaatkan sisa tanah depan rumah Anda untuk membuka warkop Indomie sederhana di desa.

Tips Memulai Usaha Warung Kopi di Desa

Setelah Anda mengetahui berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha warung kopi di desa. Maka selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana cara tepat untuk memulai usaha tersebut.

Nah dibawah ini kami akan memberikan tips atau cara tepat untuk memulai usaha warkop agar menguntungkan. Dimana cara tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan desain dan konsep

Pemilihan desain yang tepat cenderung dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen. Karena itu, penting bagi Anda untuk menentukan desain warung kopi yang sesuai dengan lingkungan sekitar Anda.

Mengingat segmentasi pasar Anda adalah orang desa atau kampung. Maka sebaiknya desain untuk warung kopi Anda dibuat sederhana tapi menarik. Disini Anda bisa membuatnya menjadi dua konsep, yaitu konsep lesehan dan konsep meja dan kursi.

2. Melengkapi isi warung

Tips kedua dalam memulai usaha warkop sederhana di desa adalah dengan melengkapi isian menu yang biasa dijual di warkop-warkop pada umumnya.

Biasanya orang-orang yang datang ke warung kopi selain untuk menikmati kopi, mereka juga mencari beberapa cemilan seperti gorengan, roti dan lain sebagainya.

Jadi apa yang menjadi kebutuhan konsumen harus tersedia di warung Anda. Agar konsumen terpuaskan dan betah berlama-lama.

3. Mencari supplier

Nah agar upaya melengkapi isian warung kopi Anda maksimal. Maka Anda harus mencari supplier yang siap menyuplai bahan-bahan yang akan Anda jual. Misalnya, kopi, mie instan, roti, gorengan, dan beberapa kebutuhan lainnya untuk mengisi warung kopi Anda.

Usahakan juga dalam mencari supplier jangan hanya terpaku pada satu supplier saja. Melainkan Anda perlu mencari 2 bahkan 3 supplier yang selalu siap mengirimkan barang. Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi kehabisan stock barang dari supplier.

4. Menyediakan jaringan wifi

Selain kelengkapan menu yang bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk datang dan betah berlama-lama di warkop adalah tersedianya jaringan wifi di warung tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa dampak kemajuan digital tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang tinggal diperkotaan saja. Orang-orang yang hidup dan tinggal di pedesaan juga merasakan hal yang serupa.

Karena itu, selain melengkapi isi warung, usahakan juga Anda memasang jaring wifi agar konsumen tertarik untuk datang ke warung dan menikmati kopi serta makanan ringan yang Anda sediakan.

5. Berikan pelayanan berkualitas

Tak bisa dipungkiri bahwa pelayanan yang baik terhadap konsumen menjadi tolak ukur masyarakat untuk membeli dan kembali ke warung Anda.

Jadi selain pelayanan infrastruktur seperti isian menu yang lengkap dan jaringan wifi. Anda juga perlu memberikan pelayanan yang cepat serta ramah agar konsumen mau datang kembali ke warung Anda.

Keuntungan Usaha Warung Kopi

Seperti yang kami sampaikan bahwa usaha warung kopi di desa memiliki prospek yang cukup bagus. Mengingat kopi sendiri menjadi minuman yang banyak disukai oleh semua kalangan, tidak terkecuali oleh orang-orang yang hidupnya tinggal di desa.

Adapun keuntungan yang bisa Anda perolah dari usaha warung kopi bisa kami rincikan sebagai berikut:

1. Keuntungan dari penjualan kopi

Harga di pasaran saat ini untuk 1 gelas kopi adalah Rp. 3.000, Jadi jika dalam satu hari Anda bisa menjual 100 gelas kopi. Maka pendapatan yang bisa Anda peroleh adalah 100 x Rp.3.000 = Rp. 300.000.

2. Keuntungan dari penjualan mie instan

Selain keuntungan di atas, Andapun juga mendapatkan keuntungan lainnya yang Anda peroleh dari penjualan mie instan. Umumnya, harga untuk satu porsi mie instan adalah Rp. 5.000 (belum termasuk telur). Jika konsumen memesan mie instan + telur, maka harganya bisa mencapai Rp. 6.000/porsi.

Jika dalam satu hari Anda bisa menjual 50 porsi mie instan. Maka keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari usaha warung kopi adalah 50 x Rp. 6.000 = Rp. 300.000.

Itu artinya hanya dari 2 menu warung kopi, yaitu kopi dan mie instan Anda sudah bisa mengantongi omset sebesar Rp. 600.000 per hari. Belum lagi ketambahan dengan hasil dari penjualan makanan ringan dan jenis minuman lainnya, sangat menguntungkan bukan?.

Penutup

Dari pemaparan informasi tentang usaha warung kopi di desa seperti yang tersebut di atas. Bisa kita simpulkan bahwa di wilayah pendesaan pun juga masih ada peluang usaha yang dapat membawa Anda mencapai sebuah kesuksesan.

Hanya dengan warung kopi sederhana, Anda pun bisa mendapatkan omset harian yang cukup menggiurkan. Namun kembali lagi, setiap usaha tentu akan berhasil jika dilakukan dengan tekun dan konsisten.

Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat serta menyadarkan kita semua bahwa dimanapun kita tinggal, peluang usaha itu pasti ada. Tinggal kembali pada diri kita mau action atau hanya mau jadi penonton saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kenali Kertas Untuk Makanan Berminyak, Disini!

5 Franchise Bubur Bayi Murah dan Menguntungkan Disini!