in

Contoh Rekrutmen Internal dan Eksternal Pada Perusahaan

Contoh Rekrutmen Internal dan Eksternal

Contoh Rekrutmen Internal dan Eksternal Upaya mendapatkan karyawan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan telah banyak dilakukan oleh perusahaan. Dimana adalah dengan melakukan proses rekrutmen dan seleksi karayawan.

Terdapat dua metode yang umum digunakan oleh perusahaan dalam melakukan proses rekrutmen, yaitu rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal, yang mana contohnya akan kita bahas di bawah ini.

Dan pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi tentang contoh rekrutmen baik itu internal maupun eksternal dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang perbedaan dari keduanya.

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal

Namun sebelum kita masuk pada pembahasan utama, yaitu contoh rekrutmen internal dan eksternal. Ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui tentang pengertian dari kedua metode rekrutmen tersebut.

Rekrutmen internal adalah proses rekrutmen yang pelaksanaannya melibatkan karyawan internal. Artinya, kandidat yang diambil merupakan karyawan existing atau karyawan dari dalam perusahaan itu sendiri.

Sedangkan rekrutmen eksternal adalah proses rekrutmen yang mana pelaksanaan penjaringan kandidat dilakukan dari luar dengan cara melakukan pemostingan lowongan kerja baik di sosial media ataupun menggunakan jasa penyelia lowongan kerja.

Dari pengertian di atas sudah cukup jelas bahwa antara rekrutmen internal dan eksternal memiliki perbedaan yang cukup signifikan walaupun keduanya sama-sama bertujuan untuk mendapatkan kadidat karyawan dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Contoh Rekrutmen Internal dan Eksternal

Setelah kita mengetahui pengertian tetang rekrutmen internal dan eksternal seperti yang tersebut di atas. Maka selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah contoh rekrutmen internal dan eksternal sebagaimana yang tersebut di bawah ini: 

Contoh rekrutmen Internal

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada pengertian di atas, maka dalam implementasinya perusahaan akan melibatkan karyawan internal yang dianggap mampu untuk menerima tugas dan tanggung jawab yang baru.

Beberapa jenis dari rekrutmen internal ini diantaranya seperti penerapan promosi, rotasi, dan mutasi dalam satu jabatan ke jabatan yang lain dengan tujuan untuk memenuhi atau mengisi jabatan yang kosong.

Misalnya, dalam devisi keuangan terdapat satu posisi yang kosong, yaitu posisi Supervisor keuangan. Maka untuk mengisi kebutuhan posisi tersebut, manager keuangan akan melakukan promosi jabatan kepada Staff yang dianggap mampu melaksanakan tugas untuk jabatan Supervisor.

Contoh rekrutmen eksternal

Sedangkan untuk rekrutmen eksternal sendiri, dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Umumnya perusahan akan melakukan penjaringan kandidat dengan cara memposting lowongan kerja di beberapa media sosial atau dengan bantuan jasa penyelia lowongan kerja.

Contohnya, di devisi keuangan diketahui terdapat satu jabatan atau posisi yang kosong. Agar tercapai target penyelesaian tugas di devisi tersebut, maka manager keuangan akan mengajukan penambahan manpower untuk mengisi jabatan yang kosong.

Dan untuk memenuhi permintaan manager keuangan, maka HRD akan membuat draft lowongan kerja yang di dalamnya memuat kualifikasi berikut job description jabatan yang dimaksud.

Setelah draft selesai dibuat maka selanjutnya HRD akan memposting lowongan tersebut di media sosial atau menggunakan jasa penyelia lowongan kerja. Sehingga akan terjaring beberapa kandidat dari luar yang nantinya dapat menempati posisi atau jabatan kosong di devisi keuangan.

Kelebihan dan Kekurangan Rekrutmen Internal dan Eksternal

Pada dasarnya kedua metode rekrutmen yang kami sampaikan pada contoh rekrutmen internal dan eksternal seperti di atas. Tentunya masing-masing memiliki kelebih dan kekurangan dalam penerapannya. Adapun kelebihan dan kekurangan dari kedua metode rekrutmen ini diantaranya adalah sebagai berikut:

Kelebihan rekrutmen internal

1. Lebih Efesien

Pelaksanaan rekrutmen yang dilakukan secara internal dapat mengurangi biaya proses rekrutmen itu sendiri. Selain dapat menekan biaya, rekrutmen internal juga lebih efesien karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.

2. Karena tidak perlu beradaptasi

Tentunya setiap karyawan baru akan mengalami proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Dan hal ini sedikit banyak mengganggu pada hasil kerjanya. Namun tidak demikian jika kandidat yang dipilih merupakan karyawan existing yang notabene sudah mengenal budaya kerja di perusahaan itu sendiri.

3. Meningkatkan employee engagement

Employee engagement sendiri merupakan hubungan emosional dan intelektual antara perusahaan dengan karyawan. Dengan melakukan rekrutmen internal cenderung dapat meningkatkan employee engagement, sehingga karyawan dapat menghasilkan discretionary effort yang terbaik bagi perusahaan.

Kekurangan rekrutmen internal

1. Menyebabkan kekosongan posisi/jabatan

Karyawan internal yang ditunjuk untuk menempati posisi yang baru tentu akan meninggalkan kekosongan di posisinya yang lama. Itu artinya, perusahaan harus bekerja dua kali agar posisi kosong yang ditinggalkan karyawan bisa terisi kembali.

2. Menumbuhkan kecemburuan sosial

Setiap kebijakan yang diambil oleh perusahaan, khususnya dalam konteks promosi jabatan cenderung dapat menumbuhkan kecemburuan sosial antar karyawan, sehingga memicu konflik dalam perusahaan yang berdampak pada ketidak harmonisan kerja team.

3. Budaya kerja monoton

Di balik kelebihan kemudahan beradaptasi dalam merekrut karyawan internal. Terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, yaitu budaya kerja yang monoton. Tanpa ada orang baru dan ide baru, maka budaya kerja tidak akan berubah sehingga dapat menghambat perkebangan perusahaan untuk kedepannya.

Kelebihan rekrutmen eksternal

1. Menciptakan keberagaman kondisi kerja

Rekrtumen yang melibatkan pihak luar cenderung dapat merubah atau menambah kondisi kerja di perusahaan. Mengingat setiap individu memiliki cara dan sudut pandang yang berbeda dalam bekerja. Dengan begitu produktivitas karyawan akan terus meningkat karena kondisi kerja yang tidak monoton.

2. Menambah daya saing perusahaan

Proses rekrutmen yang dilakukan dengan melibatkan pihak luar, memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan dengan nilai lebih. Itu artinya, kesempatan perusahaan untuk meningkatkan daya saing perusahaan lebih tinggi. Mengingat karyawan dengan potensi yang baik dapat berkontribusi penuh demi kesuksesan perusahaan.

3. Lebih berinovasi dan kreatif

Kelebihan lainnya dari proses rekrutmen ekternal adalah dapat membuat perusahaan lebih berinovasi dan lebih kreatif. Pasalnya, setiap karyawan baru yang diterima bekerja memiliki ide-ide baru yang lebih segar. Kontribusi mereka akan disalurkan melalui pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki.

Kekurangan rekrutmen eksternal

1. Cost lebih tinggi

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap tahunnya perusahaan akan membuat budget untuk pengeluaran, termasuk juga budget kepegawaian. Rekrutmen yang dilakukan secara eksternal tentu akan memakan cost yang lebih tinggi, karena untuk mendapatkan karyawan yang sesuai perusahaan harus melakukan penayangan secara berbayar.

2. Membutuhkan waktu lebih banyak

Kendala yang sering ditemui dalam proses rekrutmen adalah kebutuhan waktu yang terlalu lama. Hal tersebut tidak terlepas dari beberapa tahapan seleksi karyawan yang harus dilalui. Mulai dari penayangan lowongan kerja, seleksi, hingga pemutusan diterima atau ditolak, kesemuanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

3. Karyawan perlu beradaptasi

Jika hasil dari rekrutmen internal tidak membutuhkan proses adaptasi. Beda hal dengan rekrutmen eksternal, dimana karyawan yang dinyatakan lolos masih membutuhkan waktu beradaptasi sebelum ia bekerja secara maksimal. Dan umumnya setiap orang berbeda-beda kebutuhan waktunya dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ada yang cepat, dan ada pula yang lama bahkan sampai memilih untuk resign karena tidak bisa beradaptasi. Sehingga HRD harus selalu bersiap diri jika sewaktu-waktu karyawan baru memilih untuk resign.

Penutup

Pada intinya, metode rekrutmen apapun yang digunakan dalam proses mendapatkan karyawan, baik dari dalam ataupun dari luar perusahaan sebagaimana yang teresebut pada contoh rekrutmen internal dan eksternal di atas. Bukanlah menjadi masalah, karena semuanya akan kembali kemampuan perusahaan itu sendiri.

Jika perusahaan telah menyiapkan anggaran yang lebih untuk kebutuhan kepegawaian, maka bisa menggunakan metode rekrutmen eksternal. Namun jika sebaliknya, maka perusahaan bisa menggunakan metode internal dalam upaya mendapatkan dan mengisi kekosongan posisi/jabatan tertentu.

Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan kita bersama tentang apa dan bagaimana proses rekrutmen internal maupun eksternal dalam suatu perusahaan. Jangan lupa bantu share artikel ini agar yang lain juga merasakan manfaatnya. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kursus Komputer Berapa Lama Agar Bisa Mahir???

Sumber Rekrutmen Internal dan Eksternal Berikut Contohny