in

Cara Menghitung Gaji Bersih Dari Gaji Kotor Ini Penting Anda Ketahui

Cara Menghitung Gaji Bersih Dari Gaji Kotor

Cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor – Pada tulisan sebelumnya kami sudah menjelaskan tentang rumus penghitungan gaji bersih yang banyak digunakan oleh beberapa perusahaan dalam prosedur penggajian.

Dimana pada tulisan tersebut dijelaskan bahwa gaji bersih merupakan upah terakhir yang diterima oleh karyawan setelah dilakukan pemotongan atas pajak, BPJS, dan potongan lainnya yang sebagian prosetasenya dibebankan kepada karyawan.

Sedangkan gaji kotor sediri merupakan upah keseluruhan yang diterima oleh karyawan sebelum dilakukan pemotongan pajak, BPJS, dan lain-lainnya. Adapun beberapa komponen yang masuk dalam penghitungan gaji kotor diantaranya adalah gaji pokok, tunjangan-tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan upah lembur.

Dan pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi tentang cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor yang diterima karyawan setiap bulannya. Diharapkan dengan adanya tulisan ini dapat membantu kita semua khususnya yang berstatus karyawan untuk bisa menghitung gaji bersih yang notabene menjadi hak mereka.

Cara Menghitung Gaji Bersih Dari Gaji Kotor

Cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor pada dasarnya tidaklah sulit. Anda hanya cukup mencari tahu terlebih dahulu apa saja komponen upah atau gaji yang termasuk ke dalam penghitungan gaji yang yang umum diterima karyawan setiap bulannya.

Dalam konteks penggajian, komponen upah atau gaji terdiri dari beberapa komponen seperti gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan upah lembur sebagaimana yang kami sebutkan di atas.

Lantas apa itu tunjangan tetap? Tunjangan tetap adalah imbalan yang diberikan secara konsisten yang mana pembayarannya dilakukan dalam satuan waktu yang sama dengan pemberian gaji pokok.

Sedangkan tunjangan tidak tetap adalah adalah imbalan yang pemberiannya dipengaruhi oleh prosentase kehadiran karyawan dalam satu bulan, dan pembayarannya dalam satuan waktu yang berbeda dengan gaji pokok.

Jadi setelah Anda mengetahui apa saja komponen gaji, maka untuk menghitung gaji bersih dari gaji kotor caranya akan sangat mudah, yaitu dengan cara sebagai berikut:

1. Menjumlahkan semua komponen upah

Dari kesemua komponen upah, yaitu gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan upah lembur jika ada. Kesemua komponen tersebut dijumlahkan terlebih dahulu agar dapat diketahui berapa nilai gaji kotor yang diterima karyawan setiap bulannya.

2. Menjumlahkan komponen potongan

Setelah Anda menjumlah semua komponen upah seperti yang tersebut pada point satu di atas, dan mengetahui berapa nilai gaji kotor yang diterima. Maka cara selanjutnya untuk mengetahui gaji bersih dari gaji kotor adalah dengan menjumlahkan semua komponen potongan.

Komponen potongan yang umum di beberapa perusahaan diantaranya seperti potongan pajak/PPh 21, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan yang notabene sebagian prosentasenya ditanggungkan kepada karyawan.

3. Gaji kotor dikurangi nilai potongan

Nah setelah diketahui berapa nilai potongan yang dibebankan kepada karyawan. Maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengurangi nilai gaji kotor dengan nilai potongan yang sudah Anda ketahui sebelumnya.

Bagaimana, cukup mudah bukan cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor dalam konteks penggajian karyawan dalam perusahaan? Untuk lebih jelasnya lagi di bawah ini kami berikan contoh penghitungannya agar lebih mudah untuk dipahami.

Contoh Gaji Kotor Dan Gaji Bersih

Untuk memudahkan Anda mengetahui cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor, dibawah ini kami berikan beberapa contoh kasus cara menghitung gaji kotor atau pun gaji bersih.

1. Contoh menghitung gaji kotor

Jika Anton merupakan karyawan tetap di perusahaan swasta dengan asumsi pendapatan setiap bulannya sebagai berikut:

Komponen gaji Anton

                     
Gaji Poko

                     
Rp. 5.000.000

                     
Tunjangan Jabatan

                     
Rp. 1.500.000

                     
Tunjangan Prestasi

                     
Rp. 500.000

                     
Tunjangan Masa Kerja

                     
Rp. 500.000

                     
Upah Lembur

                     
Rp. 1.200.000

                     
Tunjangan Transport

                     
Rp. 200.000

                     
Tunjangan Kehadiran

                     
Rp. 300.000

TOTAL GAJI

                     
Rp. 9.200.000

Contoh komponen gaji yang ada pada kolom di atas merupakan hitungan gaji kotor atau pendapatan keseluruhan yang biasanya diterima Anton setiap bulan.

Namun untuk nilai dari tunjangan tidak tetap seperti tunjangan transport, kehadiran, dan upah lembur bersifat fluktuatif tergantung jumlah kehadiran Anton di tempat kerjanya. Jadi total gaji kotor yang diterima Anton bisa berubah sesuai dengan jumlah hari kerjanya.

2. Contoh menghitung potongan

Pada beberapa kasus, kompoten potongan setiap perusahaan beda-beda tergantung kebijakan perusahaan itu sendiri. Namun umumnya yang selalu ada pada komponen potongan adalah potongan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan potongan ketidak hadiran.

Hanya saja pada contoh table pemotongan di bawah ini akan kami masukan semua beberapa komponen potongan seperti Pajak/PPh 21, BPJS, dan ketidak hadiran, sebagai berikut:

         
Potongan Ketidak Hadiran

         
Rp. 150.000

         
Potongan BPJS Kesehatan

         
Rp. 75.000

         
Potongan JHT Ketenagakerjaan

         
Rp. 150.000

         
Potongan JP Ketenagakerjaan

         
Rp. 75.000

         
PPh 21

         
Rp. 120.000

TOTAL POTONGAN

         
Rp. 570.000

Pada table contoh di atas, untuk nilai potongan ketidak hadiran menyesuaikan jumlah hari Anton tidak masuk bekerja. Sedang nilai potongan BPJS Kesehatan adalah 1% dari upah tetap yang dilaporkan oleh perusahaan.

Dan nilai potongan BPJS Ketenagakerjaan, untuk JHT sebenarnya 5.7%, hanya saja yang dibebankan kepada karyawan hanya 2% dari gaji tetap yang dilaporkan oleh perusahaan. Begitu juga dengan nilai potongan JP sebenarnya adalah 3%, namun yang dibebankan ke karyawan hanya 1%.

3. Contoh menghitung gaji bersih

Nah untuk contoh yang terakhir ini adalah cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor yang diterima oleh Anton. Di atas sudah kita berikan contoh berapa nilai gaji kotor dan potongan gaji Anton dalam satu bulan.

Dan untuk mengetahui berapa jumlah gaji bersih atau take home pay yang diterima Anton dalam satu bulan kerja adalah dengan cara mengurangi nilai gaji kotor dengan nilai potongan, seperti contoh di bawah:

Rp. 9.200.000
– Rp. 570.000

= Rp.
8.630.000

Total Gaji Bersih

Rp. 8.630.000

Dari contoh table di atas, maka diketahui bahwa gaji bersih yang diterima Anton untuk satu bulan gaji adalah Rp. 8.630.000 setelah dikurangi oleh komponen potongan yang dibebankan kepada Anton setiap bulannya.

Penutup

Jadi pada intinya untuk mengetahui berapa nilai gaji bersih yang diterima karyawan dalam setiap bulannya, Anda perlu mengetahui cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor. Mengingat hal tersebut merupakan prosedur yang dilakukan dalam menghitung gaji karyawan.

Semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat memberikan manfaat serta menambah pemahaman kita bersama tentang bagaimana cara penghitungan gaji bersih yang diterima karyawan setiap bulannya.

Jika informasi di atas dirasa dapat memberikan manfaat. Jangan lupa untuk bantu share artikel ini agar orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Terima kasih. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sistem Penggajian Karyawan Swasta Yang Perlu Diketahui

Tes Psikologi Untuk Rekrutmen Karyawan Yang Sering Digunakan